Informasi Umum

Foto saya
Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Salah satu bagian dalam struktur organisasi di bawah Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Alamat : Jl. Kabupaten No.1 Purwokerto, Telp/fax (0281) 636733, e-mail : humas_bms@yahoo.com, website resmi Pemkab Banyumas : www.banyumaskab.go.id

Info Terkini

Video Lengger Calung Banyumas tampil di Istana Merdeka Jakarta dapat diunduh DISINI

Rabu, 12 Juni 2013

Diklat Service Excellent

Jadikan Himne Abdi Praja sebagai Landasan Bekerja



BATURRADEN, BANYUMAS--“Jadikan isi Himne Abdi Praja sebagai landasan untuk bekerja mengabdi kepada bangsa, negara dan Kabupaten Banyumas.” Demikian sebagian arahan Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein pada pembukaan Diklat Service Excellent bagi camat dan pejabat eselon III bidang pelayanan, yang diselenggarakan di Kantor Diklat Kabupaten Banyumas, Senin (10/6).


Diklat diikuti oleh seluruh camat di Kabupaten Banyumas dan pejabat eselon III di instansi pelayanan antara lain Bapermas PKB, Dindukcapil dan Dinas Kesehatan. Hadir dalam acara pembukaan para kepala dinas terkait, pejabat dari Kantor Diklat Provinsi Jawa Tengah, para widyaiswara baik dari tingkat Provinsi Jateng, Perguruan Tinggi dan internal Kantor Diklat Kabupaten Banyumas. 

Achmad Husein mengatakan, isi Himne Abdi Praja yaitu "Demi Tuhan Yang Maha Esa, Nusa dan Bangsa; Aku Bersumpah Setia, untuk Mengabdi dan Melindungi; serta Mengayomi Bangsaku, Negeriku Tanah Airku; Indonesia, Kuserahkan Seluruh Jiwa Ragaku; Kukerahkan Seluruh Dayaku, untuk Pertiwi; Terimalah Baktiku, Terimalah Pengabdianku; Abdi Praja, Dharma Satya Nagara Bhakti," merupakan ruh bagi para pegawai dan seharusnya masuk dalam aliran darah dalam bekerja.

“Jadikan Himne Abdi Praja masuk dalam aliran darah pegawai karena isi dari himne tersebut mengandung makna yang sangat dalam yaitu setia untuk mengabdi dan melindungi tanah air dan wujud penyerahan jiwa dan raga untuk Indonesia” jelasnya.

Husein menyebut, sebagai pelayan masyarakat pegawai harus punya rasa lebih rendah dari yang dilayani, dan melayani dengan hati yang ikhlas sehingga akan membuat senang masyarakat yang dilayani. “Tanamkan di hati kita sifat melayani dengan hati ikhlas dan tulus, dan rasa lebih rendah dari yang dilayani sehingga akan menghasilkan pelayanan yang sempurna, yang tinggi, bagus dan prima, dan akan membuat masyarakat menjadi bahagia” imbuhnya. 

Selanjutnya Husein berharap, usai mengikuti diklat para camat dan pejabat yang menangani pelayanan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat agar turun langsung melihat kondisi masyarakat, untuk kemudian memberikan bantuan dan melayani masyarakat yang membutuhkan sehingga kedepan tidak lagi ditemukan masyarakat yang terlantar yang tidak terbantu.

Mengakhiri sambutannya Husein menginstruksikan terwujudnya pelayanan yang prima atau  excellent service secara bertahap. Husein bahkan meminta para camat untuk menempati rumah dinas sehingga akan mempermudah pelayanan. Untuk itu, bagi rumah-rumah dinas yang tidak layak supaya dilaporkan dan akan dibenahi.

Sementara Kepala Kantor Diklat Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie SSos MSi melaporkan, Diklat Service Excellent diselenggarakan dari tanggal 10 sampai dengan 22 Juni 2013, diikuti oleh 30 peserta terdiri dari camat se-Kabupaten Banyumas dan pejabat eselon III yang membidangi pelayanan yaitu dari dinas Kesehatan, Dinas Kepndudukan dan Catatan Sipil, dan Bapermas PKB.

Tujuan diselenggarakannya diklat, ungkap Agus, untuk meningkatkan pemahaman para camat atau pejabat eselon III tentang kebijakan pelayanan publik dalam mewujudkan service excellent, meningkatkan pemahaman prosedur dan pengelolaan manajemen pelayanan publik, meningkatkan pemahaman tentang strategi pengembangan service excellent dalam penyusunan standar pelayanan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik khususnya pelayanan perizinan di kecamatan.


Agus juga melaporkan, kurikulum yang disampaikan dalam diklat tersebut meliputi materi dasar hukum : Kebijakan Pelayanan Publik dalam Mewujudkan Service Excellent di Era Otonomi Daerah, materi pokok : Pelayanan Publik dalam Mewujudkan Service Excellent, Keberhasilan Service Excellent, Strategi Pengembangan Service Excellent, Peningkatan Kualitas Pelayanan Perizinan; Etos Kerja Berbasis Service Excellent dan Manajemen Pelayanan Perizinan di Kecamatan; serta meteri penunjang : Pengarahan Program, BLC, dan Observasi Lapangan.(yon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda