Informasi Umum

Foto saya
Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Salah satu bagian dalam struktur organisasi di bawah Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Alamat : Jl. Kabupaten No.1 Purwokerto, Telp/fax (0281) 636733, e-mail : humas_bms@yahoo.com, website resmi Pemkab Banyumas : www.banyumaskab.go.id

Info Terkini

Video Lengger Calung Banyumas tampil di Istana Merdeka Jakarta dapat diunduh DISINI

Kamis, 01 Juni 2017

BUPATI PIMPIN UPACARA HARI LAHIR PANCASILA

Bupati Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

PURWOKERTO : Bupati Banyumas Achmad Husein menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Banyumas, Kamis, (1/6) di Alun-alun Purwokerto. Peserta upacara terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, ASN, Korpri, Organisasi Pemuda, pelajar, pramuka dan organisasi kemasyarakatan (ormas) termasuk puluhan santri. Dideretan tamu undangan terlihat Forkompinda, Anggota DPRD dan tamu undangan lainya.

Sebagai komandan upacara, perwira dari Kodim 0701 Banyumas, setelah laporan dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan, dengan menggunakan mobil Hartop warna merah.

Upacara dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh ASN dari Satuan Polisi Pamong Praja, kemudian pembacaan Teks Pancasila oleh Bupati dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara dan Pembacaan Pembukaan UUD 1945.

Bupati Banyumas selaku Inpektur upacara, saat membacakan Pidato Presiden Indonesia, Joko Widodo menekankan Bangsa Indonesia baik TNI, Polri, ASN dan masyarakat sipil harus tetap menjunjung tinggi komitmen untuk senantiasa mempertahankan ideologi Pancasila. Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang diawali dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, yang tertuang dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan dirumuskan secara final dalam Pembukaan UUD 45 tanggal 18 Agustus 1945.

“Pahlawan Proklamator kita Ir Soekarno bersama para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sebagai Founding Father Pancasila yang adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia telah berjuang untuk mencetuskan poin-poin yang tertuang dalam ideologi Pancasila tersebut. Sebagai generasi penerus kemerdekaan, kita harus mampu menjaga keutuhan ideologi Pancasila,” ujar Bupati Husein saat membacakan sambutan Presiden Jokowi.

"Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah kemajemukan. Takdir kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, adalah pluralisme. Kita terdiri dari berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan, dan berbagai golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah KEBHINEKA TUNGGAL IKA an kita," tandas Bupati.

Sekarang ini saja sambung Bupati, perkembangan informasi yang serba cepat dan luas, banyak dijadikan media bagi oknum-oknum perusak bangsa untuk menghancurkan dan mengolok-olok ideologi Pancasila.

Untuk itu Presiden Joko Widodo melalui sambutan pidatonya mengingatkan bangsa Indonesia agar berhati-hati terhadap penyebaran isu-isu kebohongan (hoax) yang dapat merusak moral bangsa tertutama dalam merusak persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini telah tercipta dengan baik.

“Saya mengajak peran akfif para Ulama, Ustadz, Pendeta, Pastor, Bhiksu, Pelaku Media, Jajaran Birokrasi, TNI, Polri serta seluruh masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan,” ajak Husein dihadapan para peserta upacara.

Bangsa Indonesia harus tetap waspada terhadap segala jenis pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan idiologi Pancasila. Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap organisasi dan gerakan yang Anti Pancasila, Anti UUD 1945, Anti NKRI, Anti Bhineka Tunggal Ika karena hal tersebut sangat ditentang di Indonesia.

“Mari bersama saling membantu untuk kepentingan bangsa. Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, Semua Anda Indonesia, Semua Anda Pancasila, Saya Indonesia, Saya Pancasila,” tutup Husein mengakhiri sambutan Presiden RI.


Parsito





Tarling di Kediri Bupati Dapat Hadiah Sorban

Bupati Banyumas Achmad Husein dalam safari tarawih keliling Rabu (31/5) di Masjid Toha Desa Kediri Kecamatan Karanglewas, mendapatkan kenang-kenangan berupa surban dari Kepala Desa Kediri, Kusto. Karena saat yang sama Bupati sudah mengenakan surban, maka gantian surban yang dipakai bupati diserahkan kepada kepala desa tersebut.

Bupati pada malam itu didampingi Asisten Sekda, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat Karanglewas dan Forkompica dan Kepala Desa se Kecamatan Karanglewas. Selian itu Kepala OJK, Pimpinan Bank Jateng, Bank BKK, Diektur PDAM dan Baznas ikut melakukan sholat Isya dan dilanjutkan sholat tarawih berjamaah masyarakat Desa Kediri. Bahkan sebelunya Bupati juga sempat sholat Maghrib dan buka bersama dengan tokoh dan masyarakat Desa Kediri di rumah kepala desa.

Seusai sholat tarawih, Bupati dan rombongan melakukan dialog dengan masyarakat untuk menyerap secara langsung aspirasi masyarakat, yang selanjutnya untuk diambil kebijakan ditingkat Kabupaten.

”Kami sengaja melakukan tarawih keliling ini yang diikuti oleh kepala OPD, disamping untuk meningkatkan silaturahmi, juga agar kami tahu persis masalah-masalah yang ada di masyarakat dan agar bisa ikut  merasakan apa yang terjadi,” ujar Bupati.

Bupati meminta kepada masyarakat dapat menyampaikan permasalahanya secara jelas agar bisa dicarikan jalan keluar.

Sebelumnya, Kepala Desa Kediri Kusto dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan terima kasih kepada Bupati atas kehadiran di desanya dan berharap semoga kehadiran Bupati dan rombongan akan membawa keberkahan bagi Desa Kediri khususnya dan Kecamatan Karangleas pada umunya.

Dan pada sesi dialog muncul beberapa pertanyaan dari masyarakat. Diantaranya dari permohonan underpass sulitnya mendapatkan KTP dan lain sebagainya.

“Untuk underpass kita rencanakan dulu, sedangkan untuk KTP kekurangan blangko tidak hanya di Banyumas, tetapi seluruh Indonesia, namun sudah semakin bisa dikurangi dengan pengiriman blangko dari pusat,” jelas Bupati

Pada kesempatan ini, bupati menyerahkan berbagai bantuan hibah kepada Takmir Masjid dan warga masyarakat. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten sebesar dua juta rupiah, bantuan sejumlah uang juga diberikan oleh OJK, Bank Jateng, BKK Purwokerto, PDAM dan Kemenag dengan jumlahnya variatif dari 1 juta sampai 2,5 juta rupiah serta dari PT Semen Bima berupa 20 zak semen.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas juga menyerahkan bantuan 106 paket sembako untuk fakir miskin, guru ngaji dan marbot.

Selain itu Bupati juga menyerahkan 70 vocher berbelanja di PKL Jensoed Pratistha Harsa senilai masing-masing Rp.50.000,-

“Ini sekaligus untuk mempromosikan PKL Jensoed Pasar Wage yang sekarang pindah di Komplek Pasar UMKM Pratistha Harsa,” kata Bupati


Parsito

Senin, 29 Mei 2017

BUPATI JADWALKAN TARLING DI 13 MASJID

BUPATI JADWALKAN TARLING DI 13 MASJID

BANYUMAS – Bupati Banyumas Ir Achmad Husein akan melakukan tarawih keliling (tarling) ke sejumlah masjid di Wilayah Kabupaten Banyumas, dalam rangka kegiatan Amaliyah Ramadhan 1438 H. Pada kegiatan tarling Bupati akan didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan Perbankkan, dan pengusaha.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Banyumas, Fatikul Iksan mengatakan tarling akan diawali Selasa (30/5) di Masjid Al Huda Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang.

“Agar memudahkan koordinasi Pemkab menyediakan angkutan Bis dan akan berangkat bersama-sama dari Pendapa Sipanji Purwokerto,” jelas Fatikul Senin (29/5) di kantornya.

Menurut Fatikul, selain kegiatan amaliyah Ramadhan, kegiatan tersebut juga dalam rangka menjalin silaturahmi antara umaro (pemerintah) dengan ulama (tokoh agama) dan masyarakat. 

10 Masjid yang akan menjadi lokasi tarling Bupati, selain di Tambaksogra yaitu Masjid Toha Desa Kediri Kecamatan Karanglewas (31/5), Masjid Hidayatul Mubtadiin Desa Kebarongan Kecamatan Kemranjen ((5/6), Masjid Al Ikhlas Desa Adisara Kecamatan Jatilawang (6/6), Masjid Al Iyas Kelurahan Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat (8/6).

“Masjid Soleh Saibar Majdu Desa Piasa Kulon Kecamatan Somagede (9/6), Masjid Al Fathiyah Desa Wangon Kecamatan Wangon (13/6), Masjid Baitussomad Desa Cipete Kecamatan Cilongok (14/6), Masjid Darussalam Desa Pekuncen Kecamatan Pekuncen (16/6) dan terakhir Senin (19/6) di Masjid Al Mutaqin Desa Pliken Kecamatan Kembaran,” tambah Fatikhul

Selain Tarling 10 Masjid oleh Pemkab, Bupati juga dijadwalkan mengikuti Tarling yang digelar oleh Badan Pembinaan Rohani Islam Kementrian Agama, di tiga tempat/Masjid yaitu Gedung Widyatama Unsoed Rabu (7/6), Masjid Jenderal Sudirman (12/6) dan Masjid KH Ahmad Dahlan Komplek UMP Purwokerto (15/6).    

Fatihkul menambahkan kegiatan amaliah Ramadhan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN)  di lingkungan Sekretariat Daerah juga akan diselenggarakan penganjian di Graha Satria, setiap Jum'at setelah apel pagi.

Sedangkan untuk buka puasa akan digelar tiga kali masing-masing bersama Ulama/pengasuh pondok pesantren, wartawan dan generasi akan dilaksanakan Jum’at (3/6), dengan pengasuh dan anak-anak panti asuhan (rabu (7/6) dan dengan fakis miskin, pemulung dan tukang becak akan dilaksanakan Kamis (15/6)

“Untuk buka bersama ketiganya dilaksanakan di Pendopo Sipanji Purwokerto,” pungkasnya.


Parsito.

Bupati Goes Becak Pimpin Pindahan PKL Jensoed ke Prathista Harsa

Bupati Goes Becak Pimpin Pindahan PKL Jensoed ke Prathista Harsa

PURWOKERTO - Bupati Banyumas Ir Achmad Husein memimpin pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Jenderal Soedirman (Jensoed) ke Pratista Harsa (Rabu (24/5). Prosesi pindahan dengan menggunakan kurang lebih 25 becak diantaranya dihias, medapatan pengawalan dari petugas.

Di barisan depan, mobil dari Dinas Kominfo ikut menyampaikan informasi ke masyarakat, bahwa PKL Jensoed sudah pindah dan mengharapkan warga masyarakat yang mau membeli bisa menuju lokasi jualan baru. Tempat berjualan di Jalan Jenderal Soedirman, sekarang dipasang spanduk pengumuman PKL Jensoed sudah pindah.

Bupati Achmad Husein ikut mengayuh becak sendiri, dengan penumpang Ketua Paguyuban Dede yayat, dengan jarak sekitar 2 kilometer. Sambil terengah-engah Bupati memastikan dapat mengayuh becak sampai lokasi baru. Bupati merasa sangat senang setelah puluhan tahun pindahan PKL tak dapat dilakukan, saat ini dapat direalisasikan.

“Ini saya lakukan sebagai bentuk syukur karena temen-temen PKL Jensoed dengan kesadarannya mau pindah ke lokasi yang lebih baik, di Prathista Harsa” kata Bupati

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Yunianto mengatakan, sebelum proses pindahan sudah beberapa kali dilakukan komunikasi dan sosialisasi, termasuk kesepakatan untuk penempatan masing-masing anggota. Selama di lokasi baru, lanjut dia, PKL masih dibebaskan untuk retribusi dan fasilitas lokasi diupayakan semua dipenuhi, seperti lapak dan promosi untuk meramaikan.

“Karena ini kebijakan Pak Bupati, untuk satu tahun pertama masih dibebaskan segala biaya dan kita upayakan untuk membantu promosinya, di antaranya kita bantu lewat program CSR dengan memberikan voucher diskon kepada masyarakat yang membeli di sana. Nanti voucher yang diterima PKL, tinggal ditukar dengan uang di kita,” katanya.

Ketua Paguyuban Dede Yayat mengatakan, pihaknya akhirnya bersedia pindah karena di lokasi baru dianggap lebih strategis karena dekat dengan alun-alun dan supermal baru. Di lokasi baru juga lebih nyaman karena sudah disediakan tempat permanen di bagian depan, tepi jalan.

Sedangkan saat ditawari pindah ke lokasi Serayu Stone, tak jauh dari lokasi lama, dianggap tidak strategis meski sama-sama di tepi Jl Jensoed.


“Setelah pindah, kita tetap minta pemkab untuk membantu mempromosikan dan terus memberdayakan. Termasuk jangan ditarik biaya dulu. Kalau nanti sudah ramai, kita disuruh iuran juga tidak keberatan,” katanya.